Ya Allah
Panjangkanlah umur sahabatku,
Kurniakanlah kesihatan yang baik padanya,
Terangilah hatinya dengan nur pancaran iman.
Tetapkanlah hatinya,
perluaskanlah rezekinya,
dekatkanlah hatinya kepada kebaikan,
jauhkanlah hatinya pada kejahatan,
tunaikanlah hajatnya baik,
hajat dalam agama,
dunia dan akhirat.
Ya Allah
Jika dia jatuh hati izinkanlah dia menyentuh hati seseorang yang hatinya
tertaut padaMu,
Agar tidak terjatuh dia dalam jurang cinta nafsu.
Jagalah hatinya agar tidak berpaling daripada melabuhkan hatinya padaMu.
Jika dia merindui,
rindukanlah dia pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu.
Ya Allah
Jangan biarkan sahabatku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kejalanMu,
jika kau halalkan aku merindui sahabatku,
janganlah biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan daku pada
cinta hakiki,
rindu abadi dan kasih sejati hanya untukMu
Ya Allah
kurniakanlah sahabatku kesenangan,ketenangan,kecemerlangan hidup di dunia akhirat kelak.
AMIN

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 April 2011
Syair Renungan Untuk Istri
Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh …….
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,sabarlah memperingatkannya..
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah…..
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh …….
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,sabarlah memperingatkannya..
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah…..
Syair Renungan Untuk Suami
Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah.
Justru Istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh…
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah.
Justru Istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh…
Risalah Agung Pernikahan
Saudaraku…
Nikah itu ibadah
Nikah itu suci
Ingat itu……
Memang menikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan, dan bisa karena agama.
Namun, jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan….
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.
Saudaraku…
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta…
Namun… jika cinta engkau jadikan sebgai landasan, maka keluargamu
akan rapuh, akan mudah hancur. Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai
landasan… Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat…
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan…
Niscaya Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman)
dan Rahmah (sayang) akan tercapai.
Saudaraku…
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw…
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya. Tetap
tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika
lapar…, Menjahit bajunya yang robek…
Saudaraku…
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu…
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu…
Jika itu engaku lakukan akan celaka…
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam & yang putih, tidak akan
dapat melihat yang benar & yang salah…
Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan,
hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu…
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya…
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…
Di bawah bimbingan manusia pilihan,
justru mereka menjadi penentang…
Istrimu bisa menjadi musuhmu…
Didiklah istrimu…
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama -
yang loyal terhadap tugas dakwah suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama -
yang bisa menjaga kehormatannya…
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami
Muhammad saw menerima tugas risalah…
Istrimu adalah tanggung jawabmu…
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam…
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…
Saudaraku…
Jika engkau menjadi istri…
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah …
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar,
yang setia terhadap tugas suami….
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam,
yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah,
yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu…
Jika itu kau lakukan… Kecintaannya terhadapmu
akan memaksanya menjadi pendurhaka…, jangan……….
Saudaraku…
Jika engkau menjadi Bapak……
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah…
Ajaklah mereka taat kepada Allah…
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yg durhaka. Mohonlah
kepada Allah…. Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak
yang shalih… Anak yang bisa membawa kebahagiaan.
Saudaraku…
Jika engkau menjadi ibu…
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh…
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu…
Jadikanlah mereka mujahid….
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…
Jangan biarkan mereka bermalas-malas…
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih….
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.
(Amin)
Sumber : myquran.com
Nikah itu ibadah
Nikah itu suci
Ingat itu……
Memang menikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan, dan bisa karena agama.
Namun, jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan….
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.
Saudaraku…
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta…
Namun… jika cinta engkau jadikan sebgai landasan, maka keluargamu
akan rapuh, akan mudah hancur. Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai
landasan… Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat…
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan…
Niscaya Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman)
dan Rahmah (sayang) akan tercapai.
Saudaraku…
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw…
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya. Tetap
tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika
lapar…, Menjahit bajunya yang robek…
Saudaraku…
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu…
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu…
Jika itu engaku lakukan akan celaka…
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam & yang putih, tidak akan
dapat melihat yang benar & yang salah…
Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan,
hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu…
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya…
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…
Di bawah bimbingan manusia pilihan,
justru mereka menjadi penentang…
Istrimu bisa menjadi musuhmu…
Didiklah istrimu…
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama -
yang loyal terhadap tugas dakwah suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama -
yang bisa menjaga kehormatannya…
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami
Muhammad saw menerima tugas risalah…
Istrimu adalah tanggung jawabmu…
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam…
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…
Saudaraku…
Jika engkau menjadi istri…
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah …
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar,
yang setia terhadap tugas suami….
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam,
yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah,
yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu…
Jika itu kau lakukan… Kecintaannya terhadapmu
akan memaksanya menjadi pendurhaka…, jangan……….
Saudaraku…
Jika engkau menjadi Bapak……
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah…
Ajaklah mereka taat kepada Allah…
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yg durhaka. Mohonlah
kepada Allah…. Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak
yang shalih… Anak yang bisa membawa kebahagiaan.
Saudaraku…
Jika engkau menjadi ibu…
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh…
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu…
Jadikanlah mereka mujahid….
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…
Jangan biarkan mereka bermalas-malas…
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih….
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.
(Amin)
Sumber : myquran.com
Bila Q Jatuh Cinta
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di
jalan-Mu.
(As-Syahid Syed Qutb)
Terima kasihku pada suamiku yang telah memberikan cinta tulusnya dan yang selalu mengingatkan padaku untuk menggapai cinta NYa.
Untuk sahabat-sahabatku yang mengharapkan Ridho Allah (รข€™Iffah)
http://muslimdelft.nl/kolom/mutiara-hikmah/bila-aku-jatuh-cinta-ii
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di
jalan-Mu.
(As-Syahid Syed Qutb)
Terima kasihku pada suamiku yang telah memberikan cinta tulusnya dan yang selalu mengingatkan padaku untuk menggapai cinta NYa.
Untuk sahabat-sahabatku yang mengharapkan Ridho Allah (รข€™Iffah)
http://muslimdelft.nl/kolom/mutiara-hikmah/bila-aku-jatuh-cinta-ii
Senin, 28 Maret 2011
Di Atas Sajadah Cint4
Ya Rasul…
Izinkan aku mencintaimu…
Seperti mencintai diriku yang murni…
Ya Rasul…
Izinkan aku menyambung jasa`mu…
Seperti mengingat jasa orang tua`ku..
Ya Rasul…
Izinkan aku bersilahturami dengan`mu…
Seperti aku berjumpa dengan kekasih`ku…
Ya Rasul…
Ya Rasullullah habibullah`ku tercinta…
Hanya dengan mencintai`mu aku hidup…
Hanya dengan mengasihi`mu aku bersih….
Dan hanya dengan menyayangi`mu aku rindu..
Rindu ini tak terbendung, ingin sekali berjumpa dengan`mu…
Rindu ini tak kan sanggup, ingin sekali mendengar Al-Quran`mu…
Rindu ini tak kan rela jika kau jauh dari`ku…..
Aku hampa tanpa pengajaran`mu..
Seperti tak ada jantung dalam jasad`ku..
Apa yang ada dalam lisan, ucap, laku lampa`mu
Adalah semua cerminan perlakuan`ku..
Ya Rasul…
Ya Habibbullah kasih dan junjungan`ku….
Mata hati`ku adalah Mata hati`mu..
Islam`mu adalah Islam`ku…
Al-quran`mu adalah Al-Quran`ku….
Ya Rasul…
Ya Habibbullah ruh`ku….
Izinkan cinta ini bersemayan dalam hati`mu..
Izinkan cinta ini menyatu dalam gerak sholat`mu..
Izinkan cinta ini menyelaras dalam aura Sufi`mu…
Izinkan cinta ini dalam tarian Tasawuf`mu…
Izinkan cinta ini dalam energy Zuhud`mu…
Ya Rasul…
Ya Penghulu mulia yang ku kenal….
Izinkan aku mencintai`mu sampai titik jiwa ini hilang bersama`mu…
Aku mencintai`mu dalam kedamaian..
Iman`mu, tawakal`mu, dan pengajaran`mu…
Terimalah cinta ini yang ikhlas…
Terimalah jumpa ini yang ridha..
Terimalah gerak ini yang tawakal…
Ya Rasul…
Ya Khatamul Anbiya suci`ku.
Jadilah aku kekasih rasa`mu…
Kekasih dalam penantian tahajud`ku…
Kekasih separuh sayap`ku..
Kelak Kau mengajak aku 'tuk mi’raj bersama`mu lagi..
Menembus langit ke 7….
Dalam Sidratal muntaha`Nya...
Yaitu tempat paling tinggi,
Yang di atasnya tidak ada sesuatu lagi,
Dan di dekatnya jannatul Ma'waa,
Taman tempat tinggal, surga yang paling indah...
Yaa Rabbi..
Yaa Ilahhi kasih`ku..
Dengarkan perkataan qolbun`ku..
Percakapan lisan bhatin`ku..
Doa kekasih`MU,
Munajah hamba`MU yang dhoif..
Masukkanlah segala pinta`ku dalam daftar izin`MU,
Tuk miraj dalam Perjalanan Suci Ilahiyah`ku..
Bersama habibullah`ku terkasih dari yang kasih.
Tercinta dari yang cinta..
Dan Termulia dari yang mulia..
Dia`lah : Muhammad Rasulullah
Izinkan aku mencintaimu…
Seperti mencintai diriku yang murni…
Ya Rasul…
Izinkan aku menyambung jasa`mu…
Seperti mengingat jasa orang tua`ku..
Ya Rasul…
Izinkan aku bersilahturami dengan`mu…
Seperti aku berjumpa dengan kekasih`ku…
Ya Rasul…
Ya Rasullullah habibullah`ku tercinta…
Hanya dengan mencintai`mu aku hidup…
Hanya dengan mengasihi`mu aku bersih….
Dan hanya dengan menyayangi`mu aku rindu..
Rindu ini tak terbendung, ingin sekali berjumpa dengan`mu…
Rindu ini tak kan sanggup, ingin sekali mendengar Al-Quran`mu…
Rindu ini tak kan rela jika kau jauh dari`ku…..
Aku hampa tanpa pengajaran`mu..
Seperti tak ada jantung dalam jasad`ku..
Apa yang ada dalam lisan, ucap, laku lampa`mu
Adalah semua cerminan perlakuan`ku..
Ya Rasul…
Ya Habibbullah kasih dan junjungan`ku….
Mata hati`ku adalah Mata hati`mu..
Islam`mu adalah Islam`ku…
Al-quran`mu adalah Al-Quran`ku….
Ya Rasul…
Ya Habibbullah ruh`ku….
Izinkan cinta ini bersemayan dalam hati`mu..
Izinkan cinta ini menyatu dalam gerak sholat`mu..
Izinkan cinta ini menyelaras dalam aura Sufi`mu…
Izinkan cinta ini dalam tarian Tasawuf`mu…
Izinkan cinta ini dalam energy Zuhud`mu…
Ya Rasul…
Ya Penghulu mulia yang ku kenal….
Izinkan aku mencintai`mu sampai titik jiwa ini hilang bersama`mu…
Aku mencintai`mu dalam kedamaian..
Iman`mu, tawakal`mu, dan pengajaran`mu…
Terimalah cinta ini yang ikhlas…
Terimalah jumpa ini yang ridha..
Terimalah gerak ini yang tawakal…
Ya Rasul…
Ya Khatamul Anbiya suci`ku.
Jadilah aku kekasih rasa`mu…
Kekasih dalam penantian tahajud`ku…
Kekasih separuh sayap`ku..
Kelak Kau mengajak aku 'tuk mi’raj bersama`mu lagi..
Menembus langit ke 7….
Dalam Sidratal muntaha`Nya...
Yaitu tempat paling tinggi,
Yang di atasnya tidak ada sesuatu lagi,
Dan di dekatnya jannatul Ma'waa,
Taman tempat tinggal, surga yang paling indah...
Yaa Rabbi..
Yaa Ilahhi kasih`ku..
Dengarkan perkataan qolbun`ku..
Percakapan lisan bhatin`ku..
Doa kekasih`MU,
Munajah hamba`MU yang dhoif..
Masukkanlah segala pinta`ku dalam daftar izin`MU,
Tuk miraj dalam Perjalanan Suci Ilahiyah`ku..
Bersama habibullah`ku terkasih dari yang kasih.
Tercinta dari yang cinta..
Dan Termulia dari yang mulia..
Dia`lah : Muhammad Rasulullah
Ya Nabi
Permata Hati
Engkaulah yang menjadi
permata hati kami
Engkaulah yang menjadi
mutiara akal ini
Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini
Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan
Ya…Nabiyallah
Ya…Rasulallah
Ya…Habiballah
shalawat dan salam untukmu
semoga kami dapat bertemu
denganmu …
Engkaulah yang menjadi
permata hati kami
Engkaulah yang menjadi
mutiara akal ini
Engkaulah yang menerangi kegelapan jiwa ini
Engkaulah yang menunjuki jalan keselamatan
Ya…Nabiyallah
Ya…Rasulallah
Ya…Habiballah
shalawat dan salam untukmu
semoga kami dapat bertemu
denganmu …
Rasulullah
Rasulullah Saw
Berabad-abad sudah berlalu
namun namamu masih melekat di hatiku
tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
tak pernah aku melihat langsung dakwahmu
namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang
menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia
cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman
Rasulullah SAW , begitu agung namamu
bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu
rindu pada suri tauladan yang kau berikan
rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu
rindu pada kedamaian yang kau ciptakan
Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu
Cinta dan kasih sayang mu tiada tara
Rahmatan Lil Alamin , memang itulah dirimu
Umatmu sekarang banyak yang sudah menjauhi suri tauladanmu
banyak yang sudah berubah dari koridor garis awal
pun saya merasa demikian
Berabad-abad sudah berlalu
namun namamu masih melekat di hatiku
tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
tak pernah aku melihat langsung dakwahmu
namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang
menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia
cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman
Rasulullah SAW , begitu agung namamu
bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu
rindu pada suri tauladan yang kau berikan
rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu
rindu pada kedamaian yang kau ciptakan
Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu
Cinta dan kasih sayang mu tiada tara
Rahmatan Lil Alamin , memang itulah dirimu
Umatmu sekarang banyak yang sudah menjauhi suri tauladanmu
banyak yang sudah berubah dari koridor garis awal
pun saya merasa demikian
Langganan:
Postingan (Atom)
